Disdik Riau: Ini Zona Penerimaan Peserta Didik Baru

Plh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau Indra Agus L

[divide]

Kuansing (Nadariau.com) – Plh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau Indra Agus L menjelaskan, tentang sistim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dimana, Disdik Riau sudah menerapkan sistem zona sekolah.

Sistem Zonasi yang dimaksudkan adalah berpijak pada Permendikbud No.17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), berupaya menjamin PPDB berjalan secara Objektif, Akuntabel, Transparan, Tanpa diskriminasi untuk mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Salah satunya adalah dengan cara melalui kebijakan zonasi.

Pada prinsipnya sistem zonasi tersebut yaitu, 90 % untuk siswa yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. 5 % untuk siswa yang berprestasi yang berdomisili di luar radius zona terdekat dari sekolah.

“Kemudian 5 % untuk siswa yang berdomisili di luar radius zona terdekat dari sekolah dengan alasan khusus perpindahan domisili orang tua/wali atau terjadi bencana alam/sosial,” kata Indra saat Syafari Ramadhan bersama para guru SMA/SMK di Mushallah SMAN Pintar Kabupaten Kuansing, Kamis (24/05/2018).

Domisili yang dimaksud adalah berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 bulan sebelum PPDB dan radius zona terdekat ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Berdasarkan jumlah ketersediaan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar masing-masing sekolah dengan ketersediaan anak usia sekolah di daerah tersebut.

Pada sistem zonasi ini alokasi untuk siswa tidak mampu berjumlah paling sedikit 20 % yang berdomisili diwilayah daerah provinsi, hal ini diperkuat dengan adanya pasal 53 A PP No 17 tahun 2010.

“Dan sebagai persyaratan mutlak dari peserta didik ini adalah menyerahkan bukti Surat Keterangan Tidak Mampu yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, apabila peserta didik memperolah SKTM dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan perolehannya, akan dikenakan sanksi pengeluaran dari sekolah berdasarkan evaluasi sekolah bersama komite sekolah,” ujar Indra.

Safari Ramadhan dihadiri oleh Plh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Indra Agus L. Kemudian pejabat eselon III dan IV dilingkungan Disdik Riau, para kepala kepala sekolah SMA/ SMK, serta guru bantu yang berada di Kabupaten Kuansing.

“Untuk Kabupaten Kuantan Singingi mungkin ini tidak begitu bermasalah, karena jarak antar sekolah cukup jauh. Namun jika ada yang bermasalah harap diterapkan sistim zonasi sesuai aturan berlaku,” tambahnya.

Selanjutnya acara ini diakhiri dengan buka puasa bersama dan shalat magrib berjamaah. (ind)