[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Bengkalis (Nadariau.com) – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) dukung kegiatan penambangan pasir masyarakat Rupat , Kecamatan rupat, Kabupaten Bengkalis.
Sekian lama kegiatan penambangan pasir rakyat terhenti, kini masyarakat sudah mulai beroperasi lagi hal ini terlihat dengan adanya beberapa kapal pengangkut pasir yang mulai beroperasi.
Namun dengan adanya beberapa oknum-oknum yang mencoba mengganggu mata pencarian masyarakat ini, membuat salah seorang mahasiswa rupat, Husni Tamrin angkat bicara.
Husni sangat menyesalkan pihak pihak yang mencoba mengganggu kegiatan masyarakat ini. Mereka itu penambang kecil usah masyarakat bukan industri yang berkerja dengan skala besar.
Disitu mata pencarian mereka hajat hidup masyarakat banyak, dengan adanya penambangan ini setidaknya masyarakat bisa bekerja lagi.
“Bahkan kami pun para mahasiswa jika didalam waktu libur saat di kampung kami ikut berkerja disitu untuk mencari tambahan uang jalan saat kuliah nanti,” kata Husni, Minggu (06/05/2018).
Hengki saputra selaku ketua mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) ketika dimintai tanggapanya mengatakan, masyarakat diminta fokus saja bekerja.
Tidak ada yang perlu di permasalahkan, ini sudah jelas penambang pasir tradisional sudah disetujui oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Riau. Dan itu hasil rapat lintas sektoral yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bengkalis.
“Bahkan saya sendiri ikut dalam pembicaraan beberapa perwakilan masyarakat Kecamatan Rupat dengan Distamben dan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) Provinsi Riau. Disitu semua pihak mendukung usaha pertambangan rakyat, Tapi kalau tidak percaya tanya saja ke dinas tersebut,” jelas Hengki.
“Jadi masyarakat fokus saja bekerja apa lagi akan memasuki bulan suci ramadhan banyak kebutuhan masyarakat yang akan di penuhi . Jika usaha ini tidak jalan masyarakat tidak bisa bekerja mau makan apa masyarakat di sana. Kita mahasiswa Kabupaten Bengkalis siap berada bersama masyarakat jika ada pihak pihak yang mau permasalahkan hal ini,” tambah Hengki. (dan)


