Rabu, Maret 18, 2026
BerandaHeadlineUMRI Lantik Tiga Wakil Rektor

UMRI Lantik Tiga Wakil Rektor

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr H Mubarak MSI melantik tiga Wakil Rektor, Kamis (12/04/2018).

Tiga Wakil Rektor tersebut yaitu Sri Fitria Retnawaty SSi MT sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bakaruddin SE MM sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan dr H Taswin Yacob SpS sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjsama Universitas Muhammadiyah Riau.

Pelantikan Wakil Rektor dihadiri oleh Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad, Mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar, Mantan Wakil Rektor UMRI Baidarus, 7 orang perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta Sumatera Barat, Organisasi Kemuhammadiyahan, perwakilan pemerintah daerah dan para undangan.

Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi mengatakan, pelantikan ini adalah amanah. Sementara amanah itu akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.

Oleh sebab itu, jalankanlah amanah itu dengan sebaik mungkin. Agar dapat mewujudkan visi misi UMRI kedepan.

“Wakil Rektor harus bisa bekerja keras dan cerdas, agar dalam empat tahun kedepan UMRI sudah menjadi akreditasi A. Sementara sekarang UMRI sudah terakreditasi B plus,” kata Mubarak dalam pidatonya.

Kemudian kepada Wakil Rektor, Mubarak menekankan empat hal yaitu peningkatan kapasitas akademik. Salah satu indikatornya yaitu akreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Kedua yaitu tata kelola keuangan dan sumber daya manusia. Diakui sekarang bidang keuangan dan administrasi UMRI sudah berbasis Informasi Teknologi (IT). Untuk itu kedepan harus dikembangkan dengan baik.

Kemudian, target berikutnya adalah seluruh dosen yang berjumlah sekitar 114 orang sudah menyandang gelar doktor. Biaya perkuliahan ditanggung oleh UMRI.

Karena UMRI sudah menyiapkan anggaranya. Maka dihimbau kepada seluruh dosen untuk memasukan proposal perkuliahan.

“Selanjutnya, peningkatan hubungan dengan organisasi anak cabang dan ranting Kemuhammadiyahan. Sebab tanpa dukungan anak cabang dan ranting, tentu UMRI tidak akan berkembang seperti ini,” ujar Mubarak.

Sementara Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad mengaku sangat salut dengan perkembangan UMRI. Baru berumur 9 tahun atau masih terbilang muda, tapi UMRI sudah mengalahkan PTM yang sudah lama.

Lincolin mengatakan, memimpin perguruan tinggi tidak hanya bekerja keras, namun diiringi dengan kecerdasan. Sehingga bisa mengelola perguruan tinggi dengan baik seperti UMRI ini.

“Selama ini saya tidak suka memuji muji, namun sekarang saya patut memuji perkembangan UMRI yang sudah mengalahkan puluhan PTM yang sudah lama berdiri,” kata Lincolin sambil tersenyum.

Lincolin berpesan, UMRI harus bisa mengembangkan teknologi guna persaingan perguruan tinggi.

Berkat perkembangan teknologi, sudah banyak sistem digunakan sehingga mematikan tatanan lama. Salah satunya ojek online, dimana taksi konvensional tidak bisa berkutik, sementara jika dituntut tidak ada badan hukumnya.

“Berbeda dengan sistem inovasi, dimana penemuan sesuatu tidak menghilangkan tatanan lama. Namun sistem inovasi ini sangat jarang dilakukan sekarang. Oleh sebab itu, perkuat Sumber Daya Manusia di UMRI,” tegas Lincolin. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer