[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Bahkan ada terjadi pencopotan paksa dan pembakaran atribut kendaraan online di kawasan bandara SSK II Pekanbaru.
Oleh sebab itu, mereka meminta anggota DPRD Riau memfasilitasi penyelesaian kasus ini, dengan memanggil instansi atau dinas terkait.
Baca : Pengurus KONI Provinsi Riau Masa Bakti 2018-2022 Dikukuhkan Ketua Pusat
Lalu mempertemukan driver online dengan pengelola taksi konvensional, Organda, Angkasa Pura dan pihak keamanannya.
Tujuanya untuk memberikan mekanisme penjemputan offline dan tidak berbayar. Khususnya bagi keluarga dan kerabat dekat di bandara SSK II Pekanbaru
“Selama bekerja kami ingin tenang, aman dan nyaman. Sebab kami ingin mencari nafkah dengan halal tanpa ada kekerasan,” ujar Panjaitan.


